Asal - Usul Kelurahan Dandangan


Syahdan menurut penuturan para Tetua Desa Dandangan yang sudah mendahului kita maupun para Pamong Desa yang menerima uraian dari Kepala Desa/Pamong Desa yang telah mendahuluinya, nama Desa Dandangan diambil dari Daerah Ponorogo yang diusir oleh penjajah Kolonial Belanda, dengan nama samaran yakni "PATIH DANDANG WECONO"! Waktu itu beliau tinggal di Dukuh Joyonegaran, dengan mengambil nama Beliau itulah, maka tempat beliau tsb terkenal dengan istilah "DANDANGAN" seperti tempat-tempat lainnya misalnya Wirogunan, Ditrotrunan dan lain-lain tokoh legenda tersebut terkenal Sebagai Petilasan, di Dukuh Joyonegaran tsb. sampai sekarang masih terkenal sebagai tempat keramat bekas makam PATIH DANDANG WECONO, yang sekarang berada diantara komplek Stasiun Bis DAMRI (Belakang RS. Bhayangkara), tetapi sayang sekali petilasan tsb. sukar dikenali lagi (telah tertutup bangunan), namun orang-orang masih percaya adanya tempat keramat tsb.
Sebelum ada jalan Kereta Api Desa Dandangan masih menjadi satu dengan Desa Balowerti dibawah satu Kademangan yaitu Kademangan BALONG, Dahulu kala Dukuh Ringinsirah Desa Dandangan juga merupakan satu Desa dengan Dukuh Ringinsari (Desa Balowerti Sekarang). tetapi lebih kurang sekitar tahun 1875, terjadilah pembangunan Jalan Kereta Api yang membagi Kademangan Balong menjadi 2(dua) Desa, yakni Desa Balowerti dan Desa Dandangan yang masing-masing diperintah oleh seorang Kepala Desa.
Desa Dandangan selanjutnya teriri dari :
  1. Dukuh Ringinsirah (sebelah Timur stasiun KA)
  2. Dukuh Joyonegaran (sekitar bekas Kediaman Patih Dandang Wecono)
  3. Krajan Dandangan (Pusat Pemerintahan Desa)
  4. Dukuh Ngagglik (dahulu tempatnya meglik-meglik/tinggi)
Cerita ini dapat dipercaya karena disamping dari penuturan para Tetua Desa yang mendahului kita, juga menurut penuturan dari Bapak Hardjodikromo Kepala Desa almarhum, dimana beliau pernah menerangakan juga bahwa beliau adalah masih buyut dari Bapak Demang Balong yang terakhir (konon Demang Balong tsb. dibuang oleh Kolonial Belanda ke Makasar dan meninggal disana).
Cerita lain dari masyarakat ada yang beranggapan bahwa Desa Dandangan diambil dari nama seekor burung GAGAK yang dalam bahasa jawa disebut DANDANG.
Adapun yang pernah menjabat Kepala Desa Dandangan dari masa kemasa adalah sebagai berikut :
  1. Tahun 1875-1890, tidak diketahui (mungkin Ki Dandang Wecono itu sendiri yang juga disebut Adipati Mulyo)
  2. Tahun 1890-1899, Kepala Desa Sodimedjo
  3. Tahun 1899-1905, Kepala Desa Kromosentono
  4. Tahun 1905-1911, Kepala Desa Kertoleksono alias Markaban
  5. Tahun 1911-1937, Kepala Desa Ponco Taruno
  6. Tahun 1937-1947, Kepala Desa Surip Soeroredjo
  7. Tahun 1947-tanggal 28 Oktober 1970, Kepala Desa Sakiman Alias Hardjodikromo
  8. Tanggal 28 Oktober-1970-Maret 1971, Pjs. Kepala Desa Sakidi Warsodikromo Djas
  9. Bulan Maret 1971 s/d 2 Juli 1988, Kepala Desa S. Soekarno (Hasil Pemilihan tgl. 21-12-1970)
  10. Tanggal 2 Juli 1988 - 2 Juni 1989, Pjs. Kepala Desa Drs. Abdul Fatah
  11. Tanggal 3 Juni 1989- sekarang Kepala Desa S. Soekarno( Hasil pemilihan Kepala Desa Tanggal 11 Maret 1988)
Demikianlah sekilas asal usul Desa Dandangan ditambah dengan para Penjabat Kepala Desannya.

Dikutip dari Buku Sejarah Desa Dandangan Tahun 1990